Awali Olympicad, 8.500 Orang Ramaikan Senam Bersama Anak Indonesia Hebat di Unismuh Makassar
Massa berjumlah sekitar 8.500 orang meramaikan Senam Bersama Anak Indonesia Hebat di Unismuh Makassar mengawali rangkaian Olympicad VIII dan Rakornas Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah. Foto: jakartamu.com/warso
MAKASSAR, JAKARTAMU.COM | Sekitar 8.500 peserta memadati halaman Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar untuk mengikuti kegiatan Senam Bersama Anak Indonesia Hebat, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian workshop dan seremoni pembukaan agenda nasional Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu Rapat Koordinasi Nasional dan Olympicad VIII.
Sejak pagi, peserta didik, guru pendamping, dan perwakilan dari berbagai daerah sudah memenuhi area kampus. Iringan musik senam, tepuk tangan, dan sorak penyemangat terdengar bersahut-sahutan, menciptakan suasana yang dinamis dan tertib.
Senam bersama digelar sebagai kegiatan awal sebelum workshop dan pembukaan resmi dilaksanakan. Selain mendorong kebugaran jasmani, kegiatan ini juga dirancang untuk mempertemukan peserta dari berbagai wilayah dalam satu ruang kebersamaan.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., hadir bersama jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam sambutannya, Didik Suhardi mengajak peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat karakter dan daya saing generasi muda.
“Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh sehat, berilmu, dan memiliki karakter kuat. Pendidikan harus melahirkan generasi yang siap menghadapi perubahan dan mampu memberi kontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Kehadiran pimpinan pusat Muhammadiyah disambut antusias peserta. Guru-guru pendamping terlihat mendampingi siswa mengikuti setiap gerakan dengan tertib. Panitia juga menyiapkan pengaturan area untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
Agenda nasional yang digelar di Unismuh Makassar ini mempertemukan unsur pendidik dan peserta didik dari berbagai daerah. Senam pagi menjadi titik awal rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan mutu pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
Laporan Zainul Arifin