Daftar Sekarang
Kabar dan Berita

Seminar Internasional Olympicad 2026 Buka Jalan Kerja Sama Pendidikan Dunia

Ismail Sangkala Penulis
Seminar Internasional Olympicad 2026 Buka Jalan Kerja Sama Pendidikan Dunia

Ratusan peserta memadati Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar saat berlangsung Seminar Internasional Olympicad Makassar 2026 bertema “Membentuk Global Muslim Citizens melalui STEM, Teknologi, dan Pendidikan Internasional”, Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan EduCourse ini menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri serta membuka peluang kolaborasi dan MoU pendidikan internasional. (Tagar.co/Istimewa)

Seminar Internasional Olympicad 2026 di Unismuh Makassar menghadirkan pakar global, mendorong literasi digital, penguatan kurikulum bahasa Arab, dan kemitraan strategis antarlembaga.

Tagar.co — Panitia Olympicad VIII Makassar 2026 bekerja sama dengan EduCourse menggelar seminar internasional bertema “Membentuk Global Muslim Citizens melalui STEM, Teknologi, dan Pendidikan Internasional” di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (12/2/2026).

Forum yang dimulai pukul 09.00 Wita ini menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian Olympicad untuk memperluas jejaring global dan memperkuat fondasi pendidikan berbasis sains serta nilai keislaman.

Baca juga: Olympicad VIII 2026 Dibuka, Ribuan Peserta Ikuti Senam Kolosal di Unismuh

Seminar menghadirkan dua pembicara lintas pengalaman internasional: Mutiara Hikma Mahendradatta (CEO Maleo Group); serta Eng. Abdullah Bawazier (CEO Tymozz Iqraa Arabic) dari Ummul Quro University.

Keduanya mengupas tantangan pendidikan global sekaligus membuka ruang kolaborasi konkret antar-institusi.

Ketua Panitia, Dr. Pantja Nur Wahidin, menegaskan bahwa forum ini dirancang untuk menjembatani perspektif global dan kebutuhan lokal.

“Kami ingin mempertemukan visi internasional dengan realitas pendidikan di Indonesia. Kolaborasi dengan EduCourse menjadi langkah awal transformasi pembelajaran berbasis teknologi yang tetap berakar pada nilai Islam,” ujarnya.

Abdullah Bawazier (kiri) dan Mutiara Hikma Mahendradatta (tengah) berfoto bersama Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi (kanan), di sela rangkaian kegiatan OlympiCAD Makassar 2026 di Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (12/2/2026). Seminar internasional ini mengangkat penguatan STEM, bahasa Arab, serta peluang kolaborasi pendidikan global. (Tagar.co/Istimewa)

Dorong Literasi STEM dan Transformasi Digital

Dalam paparannya, Mutiara menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam membangun kualitas pendidikan. Menurutnya, masa depan tidak cukup dijawab dengan simbol atau citra sekolah, tetapi dengan mutu yang responsif terhadap perubahan zaman.

“Masa depan itu penuh harapan dan kebutuhan. Kita akan belajar tanggung jawab, bukan hanya tentang warna sekolah, tetapi kualitas sekolah yang memahami tantangan zaman,” tuturnya.

Ia menilai penguatan literasi STEM (science, technology, engineering, and mathematics) harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Penguasaan coding, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta adaptasi terhadap ekosistem digital menjadi kunci agar peserta didik mampu bersaing di level internasional.

Menurutnya, pemerataan mutu pendidikan dapat dipercepat melalui kolaborasi lintas institusi dan lintas negara. Dengan kemitraan strategis, akses terhadap teknologi dan praktik terbaik global akan semakin terbuka.

Bahasa Arab dan Peradaban Global

Sementara itu, Abdullah Bawazier menyoroti urgensi penguatan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan bahasa ilmu dalam tradisi Islam. Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa Arab bukan sekadar kompetensi linguistik, tetapi pintu masuk pendalaman spiritual dan intelektual.

“Bahasa Arab bukan sekadar bahasa, tetapi bahasa spiritual. Ketika memahami Al-Qur’an secara langsung, koneksi kita menjadi lebih dalam,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tengah menginisiasi program penguatan kompetensi guru bahasa Arab dan penyusunan struktur kurikulum yang lebih terstandar. Inisiatif tersebut terbuka bagi institusi pendidikan Indonesia yang ingin membangun jejaring internasional.

“Kami mengundang sekolah dan institusi di Indonesia untuk mengambil bagian dalam kolaborasi ini. Ini bukan hanya tentang belajar bahasa, tetapi membangun peradaban,” tambahnya.

Buka Peluang MoU Internasional

Seminar ini juga menampilkan agenda khusus bertajuk “Kesempatan MoU Internasional”. Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan peluang pembelajaran jarak jauh serta dukungan teknis bagi sekolah yang ingin terlibat.

Panitia menyatakan, tindak lanjut kegiatan akan diarahkan pada penguatan program konkret dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan mitra pendidikan luar negeri.

Melalui sinergi Olympicad Makassar 2026 dan EduCourse, penyelenggara berharap lahir generasi Muslim Indonesia yang unggul dalam STEM, adaptif terhadap teknologi, menguasai bahasa global, serta memiliki karakter kokoh sebagai global Muslim citizens. Seminar turut disemarakkan dengan informasi doorprize berupa voucher penerbangan dari Garuda Indonesia bagi peserta yang beruntung. (#)

Jurnalsi Hendra Apriyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni

Tags: Kabar dan Berita OLYMPICAD VIII Kompetisi Akademik